Lompat ke isi utama

Berita

Apel Senin Pagi Bawaslu Kota Pekalongan, Syaratun Tekankan Kehati-hatian Hukum dan Disiplin Penyelesaian Kinerja

apel

Pembina Apel : Syaratun,S.Pd.  Pemimpin Apel : Singgih Widianto, ST

Pekalongan, Senin 27 April 2026 – Bawaslu Kota Pekalongan kembali menggelar apel rutin Senin pagi sebagai bagian dari penguatan disiplin dan konsolidasi internal kelembagaan. Apel tersebut dipimpin oleh Singgih Widianto, ST, dengan Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Syaratun, S.Pd, bertindak sebagai pembina apel.

Kegiatan apel berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, diawali dengan penghormatan kepada Sang Merah Putih sebagai simbol kecintaan terhadap bangsa dan negara. Selanjutnya, seluruh peserta apel mengikuti rangkaian kegiatan berupa hening cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, pembacaan naskah Pancasila sebagai dasar ideologi negara, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional, serta pembacaan Panca Prasestya Korps Pegawai Republik Indonesia sebagai komitmen moral aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas.

Dalam amanatnya, Syaratun menekankan pentingnya kesadaran hukum bagi seluruh jajaran Bawaslu. Ia mengaitkan hal tersebut dengan momentum peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) yang diperingati setiap tanggal 27 April di Indonesia. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi refleksi penting, khususnya bagi lembaga seperti Bawaslu yang memiliki keterkaitan erat dengan aspek hukum dan penegakan regulasi kepemiluan.

Syaratun mengingatkan bahwa setiap individu di lingkungan Bawaslu harus memiliki kehati-hatian tinggi dalam bersikap dan bertindak. Hal ini dikarenakan setiap ucapan, keputusan, maupun tindakan yang dilakukan berpotensi memiliki konsekuensi hukum.

Apel

“Bawaslu adalah lembaga yang tidak terlepas dari aspek hukum. Oleh karena itu, kita semua harus benar-benar menjaga sikap, ucapan, dan tindakan. Jangan sampai hal-hal kecil yang dianggap sepele justru berdampak besar secara hukum. Bijak dalam bertindak adalah kunci utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap Bawaslu sangat ditentukan oleh bagaimana jajaran di dalamnya menjaga etika, kredibilitas, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Selain menekankan aspek kehati-hatian hukum, Syaratun juga memberikan perhatian khusus terhadap manajemen kinerja internal, terutama mengingat saat ini telah memasuki akhir bulan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera melakukan evaluasi dan percepatan penyelesaian tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

“Momentum akhir bulan harus kita manfaatkan untuk memastikan tidak ada pekerjaan yang tertunda. Semua program dan target yang telah direncanakan harus dituntaskan. Jangan meninggalkan residu pekerjaan ke bulan berikutnya karena itu akan mempengaruhi efektivitas kinerja kita secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa budaya kerja yang tuntas dan tepat waktu merupakan bagian dari indikator profesionalitas lembaga. Dengan menyelesaikan pekerjaan secara optimal, Bawaslu tidak hanya menjaga kualitas kinerja internal, tetapi juga memperkuat akuntabilitas di mata publik.

Apel pagi ini sekaligus menjadi sarana penguatan koordinasi dan komunikasi antar jajaran di lingkungan Bawaslu Kota Pekalongan. Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan seluruh pegawai dapat terus meningkatkan kedisiplinan, memperkuat integritas, serta menjaga semangat kolektif dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu yang berlandaskan prinsip keadilan dan transparansi.

 

Dengan semangat tersebut, Bawaslu Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus menjalankan peran strategisnya sebagai lembaga pengawas pemilu yang profesional, berintegritas, dan terpercaya.

Penulis : MSH.Habib

Foto      : Faizah