Bawaslu Kota Pekalongan Perkuat Literasi Demokrasi Pelajar melalui “Bawaslu Goes To School” di kelas XI H3 SMA Negeri 4
|
Pekalongan, Selasa (28/03/2026) — Bawaslu Kota Pekalongan kembali melanjutkan program edukatif “Bawaslu Goes To School” dengan menyasar siswa kelas XI H3 SMA Negeri 4 Kota Pekalongan. Program ini dirancang sebagai bagian dari strategi penguatan literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif di kalangan pemilih pemula.
Rombongan Bawaslu Kota Pekalongan yang dipimpin oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Syaratun, S.Pd., berangkat dari Kantor Bawaslu Kota Pekalongan di Jalan Pembangunan V menuju lokasi kegiatan di SMA Negeri 4 Kota Pekalongan, Jalan Hos Cokroaminoto No.383A, Kuripan Kidul, Kecamatan Pekalongan Selatan. Dengan waktu tempuh sekitar 11 menit, rombongan tiba dan langsung diarahkan ke ruang kelas oleh guru pengampu mata pelajaran PPKn, Edy Astanto, S.Pd.
Dalam sesi pembelajaran, Syaratun didampingi oleh staf Bawaslu Kota Pekalongan, yakni Eko Adi Purwanto, S.H., Sulami Luberty, S.Sos., dan Putri Utami, S.E. Materi yang disampaikan tidak hanya sebatas pengenalan lembaga penyelenggara pemilu, tetapi juga diperluas pada pemahaman yang lebih komprehensif mengenai ekosistem demokrasi di Indonesia.
Para siswa dikenalkan dengan tiga lembaga utama penyelenggara pemilu, yaitu KPU sebagai pelaksana teknis pemilu, Bawaslu sebagai lembaga pengawas, serta DKPP sebagai penjaga etik penyelenggara pemilu. Selain itu, dijelaskan pula tugas dan kewenangan Bawaslu, khususnya dalam pencegahan, pengawasan, serta penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa proses pemilu.
Lebih lanjut, siswa diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis pelanggaran pemilu, seperti pelanggaran administratif, pelanggaran kode etik, hingga tindak pidana pemilu. Penjelasan ini dilengkapi dengan contoh-contoh kasus sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga memudahkan siswa dalam memahami konteksnya.
Tidak hanya itu, Bawaslu juga menekankan pentingnya peran aktif generasi muda dalam menjaga integritas demokrasi. Salah satu bentuk konkret partisipasi tersebut adalah melalui Saka Adhyasta Pemilu, sebagai wadah pembinaan pelajar untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengawasan partisipatif, edukasi pemilu, serta kampanye demokrasi yang berintegritas.
Interaksi dua arah menjadi ciri khas dalam kegiatan ini. Para siswa diberikan ruang untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta mengajukan pertanyaan kritis seputar praktik demokrasi dan pemilu di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk membangun pola pikir kritis dan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan pemilu.
Sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan pemahaman materi, kegiatan ditutup dengan kuis interaktif berbasis digital yang dikemas secara menarik dan kompetitif. Metode ini terbukti mampu meningkatkan antusiasme siswa serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan partisipatif.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.45 hingga 12.05 WIB ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran Bawaslu Kota Pekalongan dan siswa kelas XI H3. Suasana hangat dan penuh keakraban menandai keberhasilan kegiatan dalam membangun kedekatan emosional sekaligus meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan pelajar sebagai pemilih masa depan.
Penulis : MSH.Habib
Foto : Putri Utami