Bawaslu Goes to School di SMA Hasyim Asy’ari, Tanamkan Nilai Demokrasi dan Pemahaman Kepemiluan kepada Pelajar
|
PEKALONGAN – Dalam upaya memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan pelajar, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pekalongan melaksanakan kegiatan Bawaslu Goes to School dalam rangka Kokurikuler Suara Demokrasi di SMA Hasyim Asy’ari Kota Pekalongan, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan kepada generasi muda melalui pembelajaran langsung bersama lembaga pengawas pemilu.
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Bawaslu Kota Pekalongan, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Nasron, S.E.Sy., sebagai pemateri. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya demokrasi, proses pemilu, serta peran masyarakat dalam mengawal penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan narasumber yang disampaikan oleh SMA Hasyim Asy’ari Kota Pekalongan melalui surat Nomor 073/SMAHA.IN/D/X/2026 tertanggal 12 Oktober 2026. Dalam surat tersebut, pihak sekolah mengajukan permohonan kepada Ketua Bawaslu Kota Pekalongan untuk memberikan materi kepemiluan dalam kegiatan Kokurikuler Suara Demokrasi yang diselenggarakan di lingkungan sekolah.
Program Kokurikuler Suara Demokrasi menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik untuk mengenal demokrasi tidak hanya melalui teori di dalam kelas, tetapi juga melalui pemahaman praktis mengenai proses pengambilan keputusan, hak dan kewajiban warga negara, serta pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokratis. Melalui keterlibatan Bawaslu, para pelajar dapat memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai proses pemilu dan pentingnya pengawasan dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dalam konteks pendidikan, pengenalan kepemiluan sejak bangku sekolah memiliki arti penting. Pelajar merupakan bagian dari generasi penerus bangsa yang kelak akan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, pemahaman mengenai demokrasi perlu dibangun sejak dini agar generasi muda mampu mengembangkan sikap kritis, bertanggung jawab, serta menghargai perbedaan pendapat.
Melalui kegiatan Bawaslu Goes to School, Bawaslu Kota Pekalongan mendorong para pelajar untuk memahami bahwa demokrasi bukan sekadar proses memilih pemimpin melalui pemungutan suara. Demokrasi juga mencakup penghormatan terhadap hak setiap warga negara, keterbukaan dalam menyampaikan pendapat, kepatuhan terhadap aturan, serta kesediaan menerima perbedaan pilihan secara dewasa.
Selain itu, pemahaman mengenai pengawasan pemilu menjadi aspek penting dalam membangun kesadaran demokrasi. Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu sebagai lembaga yang memiliki kewenangan, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Kesadaran untuk mengenali potensi pelanggaran, menolak praktik politik yang mencederai integritas pemilu, serta menyampaikan informasi melalui mekanisme yang tepat merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga proses demokrasi.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, pelajar juga dihadapkan pada tantangan derasnya arus informasi, termasuk informasi politik yang belum tentu benar. Karena itu, literasi digital dan sikap kritis menjadi bekal penting bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong, provokasi, maupun informasi yang dapat memecah belah masyarakat. Kemampuan memeriksa kebenaran informasi dan menggunakannya secara bertanggung jawab merupakan bagian dari penerapan nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Bawaslu Kota Pekalongan, kegiatan edukasi kepemiluan di lingkungan sekolah merupakan salah satu langkah strategis untuk memperluas jangkauan pendidikan demokrasi. Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, sedangkan kolaborasi dengan lembaga pengawas pemilu dapat memperkaya wawasan peserta didik mengenai pentingnya menjaga integritas proses demokrasi.
Sinergi antara Bawaslu dan institusi pendidikan diharapkan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong pelajar menjadi warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya. Dengan pemahaman yang memadai, generasi muda diharapkan tidak bersikap apatis terhadap persoalan demokrasi, melainkan tumbuh menjadi individu yang peduli, kritis, dan siap berpartisipasi secara bertanggung jawab.
Melalui kegiatan Bawaslu Goes to School dalam rangka Kokurikuler Suara Demokrasi SMA Hasyim Asy’ari Kota Pekalongan, Bawaslu Kota Pekalongan terus berupaya mendekatkan pendidikan kepemiluan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk membangun kesadaran demokrasi sejak dini sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu memahami dan menjaga nilai-nilai demokrasi.
Dengan pendidikan demokrasi yang berkelanjutan, diharapkan para pelajar tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas ketika telah memiliki hak pilih, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, toleransi, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, demokrasi yang berkualitas berawal dari warga negara yang memahami nilai-nilainya dan bersedia mengambil bagian dalam menjaganya.
penulis : Msh habib
Foto : Vergy hardian