Bawaslu Goes to School di SMA Negeri 1 Kota Pekalongan, Ajak Pemilih Pemula Cerdas Memilih dan Aktif Mengawasi
|
PEKALONGAN – Dalam upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai demokrasi dan pentingnya pengawasan partisipatif, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pekalongan melaksanakan kegiatan Bawaslu Goes to School di SMA Negeri 1 Kota Pekalongan, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 09.45 WIB tersebut diikuti oleh 32 siswa-siswi kelas XII Kartini 9.
Mengusung tema “Generasi Muda Cerdas Memilih, Aktif Mengawasi”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bawaslu Kota Pekalongan untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sekaligus membangun kesadaran pengawasan pemilu di kalangan pemilih pemula. Melalui edukasi langsung di lingkungan sekolah, para siswa diajak memahami bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi dan mengawal proses pemilu yang berintegritas.
Materi disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kota Pekalongan, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Syaratun, S.Pd., dengan didampingi oleh staf Bawaslu Kota Pekalongan, Sulami Luberty dan Eko Adi Purwanto.
Dalam pemaparannya, Syaratun menyampaikan materi Pendidikan Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula. Materi tersebut menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan pengetahuan, sikap kritis, dan tanggung jawab sebagai warga negara, khususnya dalam menggunakan hak pilih serta berpartisipasi mengawasi jalannya proses demokrasi.
Pendidikan demokrasi menjadi bekal penting bagi siswa yang mulai memasuki usia pemilih. Pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara perlu ditanamkan sejak dini agar mereka tidak hanya mengetahui pentingnya memilih, tetapi juga mampu menentukan pilihan secara rasional, mandiri, dan bertanggung jawab.
Pemilih pemula diharapkan tidak menggunakan hak pilih sekadar mengikuti ajakan atau pengaruh lingkungan. Sebaliknya, mereka perlu mengenali calon dan memahami informasi yang diterima, mempertimbangkan rekam jejak serta gagasan yang ditawarkan, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Dengan bekal tersebut, generasi muda dapat menjadi pemilih yang cerdas dan berkontribusi dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas.
Selain membahas pentingnya memilih secara bijak, kegiatan ini juga menyoroti pengawasan partisipatif sebagai bagian penting dalam menjaga integritas pemilu. Pengawasan pemilu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Bawaslu, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan generasi muda.
Melalui pengawasan partisipatif, masyarakat dapat turut mencermati berbagai potensi pelanggaran pemilu, meningkatkan kepedulian terhadap proses demokrasi, serta menyampaikan informasi mengenai dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan. Sikap berani bersikap kritis, tidak bersikap apatis, dan peduli terhadap keadilan dalam pemilu menjadi bagian dari karakter warga negara yang demokratis.
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus komunikasi digital, generasi muda juga memiliki tantangan untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi politik. Kemampuan memilah informasi, memeriksa kebenaran berita, serta menghindari penyebaran hoaks menjadi langkah penting untuk menjaga ruang demokrasi tetap sehat dan kondusif.
Melalui kegiatan Bawaslu Goes to School, Bawaslu Kota Pekalongan berupaya mendekatkan pendidikan kepemiluan kepada pelajar dengan pendekatan yang edukatif dan relevan dengan kehidupan mereka. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi, karena nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, penghargaan terhadap perbedaan, dan keberanian menyampaikan pendapat merupakan prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan 32 siswa-siswi kelas XII Kartini 9 SMA Negeri 1 Kota Pekalongan dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mereka mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat diteruskan kepada teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekitar sehingga kesadaran untuk menjaga demokrasi semakin meluas.
Bawaslu Kota Pekalongan terus mendorong penguatan pendidikan demokrasi bagi generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sadar akan hak dan tanggung jawab politiknya. Pemilih pemula bukan sekadar kelompok yang baru pertama kali menggunakan hak pilih, tetapi juga generasi yang memiliki potensi besar untuk mendorong perubahan positif dalam kehidupan demokrasi.
Melalui semangat “Generasi Muda Cerdas Memilih, Aktif Mengawasi”, Bawaslu Kota Pekalongan mengajak para pelajar untuk menjadi pemilih yang berintegritas, kritis terhadap informasi, berani menolak praktik yang mencederai demokrasi, serta aktif berpartisipasi dalam mengawal pemilu yang jujur dan adil.
Sebab, demokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pilihan yang diberikan di bilik suara, tetapi juga oleh kesadaran bersama untuk menjaga setiap prosesnya agar berlangsung sesuai dengan prinsip kejujuran, keadilan, dan integritas.
Penulis : Msh.habib
data : Eko Adi P
Foto : sulami Luberty