Bawaslu Kota Pekalongan Angkat Suara Perempuan Tangguh di Hari Kartini
|
Kota Pekalongan, 21 April 2026 — Momentum Hari Kartini dimanfaatkan Bawaslu Kota Pekalongan untuk menghadirkan suara-suara perempuan tangguh dari akar rumput. Melalui dokumentasi yang dipublikasikan di media sosial, Bawaslu tidak hanya memperingati Kartini secara seremonial, tetapi juga mengangkat realitas dan harapan perempuan yang setiap hari berjuang di sektor informal.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah Pasar Banjarsari Pekalongan. Di pasar tradisional ini, para perempuan pedagang—mulai dari penjual ikan, ayam, tahu hingga sayur—menyampaikan langsung harapan mereka terhadap kondisi ekonomi yang tengah dihadapi.
Seorang ibu pedagang ikan mengungkapkan situasi yang cukup berat. Ia menjelaskan bahwa harga ikan seperti sriping atau kerang dara mengalami penurunan signifikan, dari sekitar Rp90.000 per kilogram menjadi Rp60.000. Namun, kondisi tersebut tidak diiringi dengan peningkatan penjualan.
“Sekarang harga ikan turun, tapi pembeli tetap sepi. Indonesia harus membaik ah, membaik secara ekonomi biar semua pekerjaan lancar,” ungkapnya dengan nada penuh harap.
Suara lain datang dari ibu pedagang tahu yang menekankan pentingnya kemandirian perempuan dalam menghadapi tantangan hidup. Ia mengajak perempuan untuk tetap kuat dalam memperjuangkan masa depan keluarga.
“Perempuan harus kuat dan mandiri. Kita ini berjuang bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan anak-anak. Harus bisa wujudkan cita-cita dan biayai pendidikan mereka,” tuturnya.
Beragam aspirasi tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kota Pekalongan dalam mendorong partisipasi masyarakat, khususnya perempuan, agar tetap memiliki ruang untuk bersuara. Tidak hanya dalam konteks demokrasi elektoral, tetapi juga dalam menyampaikan kondisi sosial ekonomi yang mereka alami.
Di sisi lain, refleksi Hari Kartini juga disampaikan dari internal Bawaslu. Syaratun, S.Pd, salah satu anggota Bawaslu Kota Pekalongan, menegaskan bahwa semangat Kartini harus dimaknai lebih luas, tidak hanya sebatas peringatan tahunan.
“Semangat Kartini hidup dalam setiap perempuan yang berani bermimpi. Jadilah perempuan yang tak kenal lelah mengejar mimpi dan menjaga integritas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, termasuk melalui pengawasan partisipatif. Menurutnya, perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek aktif dalam mengawal proses demokrasi yang jujur dan berintegritas.
Melalui publikasi ini, Bawaslu Kota Pekalongan menunjukkan komitmennya untuk terus dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai partisipasi dan kesetaraan. Hari Kartini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa perjuangan perempuan hari ini tidak hanya tentang emansipasi, tetapi juga tentang keberanian bersuara, ketahanan ekonomi, serta kontribusi nyata dalam kehidupan demokrasi.
Dari pasar hingga ruang pengawasan, suara perempuan Pekalongan menjadi pengingat bahwa demokrasi yang sehat lahir dari keberanian semua pihak untuk menyampaikan harapan dan memperjuangkan perubahan.”.
"saksikan video lengkapnya di Youtube Bawaslu Kota Pekalongan"
Penulis : Habib
#harikartini