Bulan Juni Perkuat Literasi Demokrasi Lewat YouTube, Hadirkan Beragam Konten Edukatif untuk Masyarakat
|
Pekalongan, 30 Juni 2026 – Memasuki masa non-tahapan Pemilu, Bawaslu Kota Pekalongan tidak menghentikan upaya pendidikan demokrasi kepada masyarakat. Sebaliknya, lembaga pengawas pemilu tersebut justru semakin mengintensifkan penyebarluasan informasi kepemiluan melalui kanal digital dengan memperbanyak tayangan edukatif di YouTube Bawaslu Kota Pekalongan. Beragam konten dikemas secara menarik, komunikatif, dan mudah dipahami sebagai bentuk inovasi dalam meningkatkan literasi demokrasi sekaligus memperluas jangkauan pendidikan pengawasan partisipatif. Pemanfaatan platform digital menjadi strategi Bawaslu Kota Pekalongan dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi.
Melalui video podcast, dokumentasi kegiatan, kuliah praktisi, hingga pembelajaran interaktif, masyarakat kini dapat memperoleh informasi kepemiluan secara lebih mudah tanpa dibatasi ruang dan waktu. Langkah ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan demokrasi merupakan proses berkelanjutan yang harus terus dilakukan, tidak hanya menjelang penyelenggaraan pemilu. Salah satu tayangan yang mendapat perhatian adalah Podcast Bawaslu Kota Pekalongan Episode 30 bertajuk "Kupas Tuntas Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan".
Podcast tersebut menghadirkan Anggota KPU Kota Pekalongan Saiful Amri bersama Anggota Bawaslu Kota Pekalongan Syaratun yang membahas secara mendalam pentingnya pemutakhiran data partai politik sebagai salah satu fondasi penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. Dipandu host Sulami Luberty, perbincangan berlangsung hangat namun tetap sarat substansi. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari mekanisme pemutakhiran data, koordinasi antarpenyelenggara pemilu, hingga pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat. Tayangan ini menjadi ruang edukasi publik agar masyarakat memahami bahwa kualitas demokrasi dibangun sejak tahapan administrasi, jauh sebelum hari pemungutan suara dilaksanakan. Komitmen Bawaslu dalam membangun demokrasi juga diwujudkan melalui tayangan Bawaslu Goes To Campus di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Program tersebut memperlihatkan bagaimana kampus menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Melalui konsep kuliah praktisi, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pengawasan partisipatif, sistem keadilan pemilu, penanganan pelanggaran, penyelesaian sengketa proses pemilu, hingga tantangan penyelenggaraan demokrasi di era digital. Diskusi interaktif yang dikemas dalam suasana akademik tersebut mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis sekaligus memahami bahwa mereka memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menjaga kualitas demokrasi. Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga terus diperkuat melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Pra Kelas Sengketa bersama Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM) Fakultas Hukum Universitas Pekalongan. Dalam tayangan tersebut, mahasiswa diajak memahami aspek hukum kepemiluan secara lebih mendalam, khususnya mengenai mekanisme penyelesaian sengketa proses pemilu. Melalui diskusi, pemaparan materi, serta berbagi pengalaman praktik pengawasan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pemahaman mengenai implementasi hukum kepemiluan di lapangan. Bawaslu berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian, serta kesiapan menjadi pengawas partisipatif di tengah masyarakat. Inovasi pembelajaran juga terlihat dalam tayangan latihan rutin Saka Adhyasta Pemilu Bawaslu Kota Pekalongan.
Berbeda dengan metode pembelajaran konvensional, anggota Saka diberikan materi mengenai Alur Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu melalui permainan edukatif berupa penyusunan puzzle tahapan pelaporan. Dilaksanakan di Stadion Hoegeng Pekalongan pada 18 Juni 2026, kegiatan tersebut mengajak anggota Saka menyusun secara berkelompok setiap tahapan pelaporan dugaan pelanggaran, mulai dari penerimaan laporan, verifikasi, kajian, hingga tindak lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Metode belajar yang menyenangkan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman peserta sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama tim, dan penyelesaian masalah. Tak hanya menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa, Bawaslu Kota Pekalongan juga memberikan ruang bagi organisasi masyarakat melalui Podcast Episode 31 bertema "Partisipasi Organisasi Perempuan dalam Demokrasi, Pentingkah?". Dalam episode tersebut, Ketua Bawaslu Kota Pekalongan Miftahuddin, S.Pd berdialog bersama Ketua PAC Fatayat NU Pekalongan Barat Nur Hidayah, M.Pd, dengan dipandu host Vergy Hardian Permana, S.H.
Diskusi mengulas pentingnya keterlibatan organisasi perempuan dalam membangun budaya demokrasi, meningkatkan pendidikan politik masyarakat, serta memperkuat pengawasan partisipatif dari lingkungan keluarga hingga komunitas. Perspektif yang disampaikan menunjukkan bahwa demokrasi yang sehat tidak dapat dibangun hanya oleh penyelenggara pemilu. Diperlukan kontribusi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan, sebagai mitra strategis dalam menciptakan masyarakat yang sadar hak politik, kritis terhadap proses demokrasi, dan aktif mengawal jalannya pemilu. Sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, Bawaslu Kota Pekalongan juga menayangkan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) bersama Saka Adhyasta Pemilu yang dilaksanakan pada 24 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang memahami nilai-nilai demokrasi, memiliki integritas, serta siap menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Rangkaian konten yang dipublikasikan sepanjang Juni 2026 menunjukkan bahwa YouTube Bawaslu Kota Pekalongan telah berkembang menjadi lebih dari sekadar media dokumentasi kegiatan. Kanal tersebut menjadi ruang belajar publik yang menghadirkan informasi kepemiluan secara ringan, aktual, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Melalui optimalisasi media digital, Bawaslu Kota Pekalongan terus membangun budaya demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengawasan pemilu, memiliki kesadaran politik yang baik, serta turut mengambil bagian dalam menjaga integritas demokrasi Indonesia. Sejalan dengan semangat "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu," Bawaslu Kota Pekalongan berkomitmen menjadikan media digital sebagai jembatan edukasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat, sehingga nilai-nilai demokrasi dapat terus tumbuh dan mengakar menuju Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029 yang semakin berkualitas, berintegritas, dan partisipatif.
Penulis : Msh Habib