Lompat ke isi utama

Berita

Tepat Pukul 10.00 WIB, Bawaslu Kota Pekalongan Kumandangkan Lagu Kebangsaan, Nasionalisme Dibangun dari Kebiasaan

menyanyi

Pengumandangan lagu kebangsaan tepat pukul 10.00 WIB

PEKALONGAN, 20 Agustus 2026 — Suasana berbeda tampak di Kantor Bawaslu Kota Pekalongan, Jalan Pembangunan Nomor 5, pada Kamis pagi. Tepat pukul 10.00 WIB, seluruh jajaran Bawaslu Kota Pekalongan menghentikan sejenak aktivitas dan bersama-sama mengumandangkan lagu kebangsaan.

Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh jajaran pimpinan dan staf Bawaslu Kota Pekalongan. Mahasiswa yang sedang melaksanakan program magang, siswa SMK yang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta tamu yang kebetulan berada di lingkungan kantor juga turut diajak untuk berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan bersama.

Ada hal yang membuat kegiatan tersebut berbeda dari pelaksanaan serupa di sejumlah lingkungan perkantoran. Jika di tempat lain lagu-lagu kebangsaan terkadang hanya diperdengarkan melalui pengeras suara, di Bawaslu Kota Pekalongan lagu kebangsaan dinyanyikan secara langsung oleh seluruh jajaran.

Bukan sekadar mendengarkan, seluruh peserta diajak mengambil bagian secara aktif. Suara yang muncul dari berbagai unsur di lingkungan Bawaslu tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus pengingat bahwa semangat kebangsaan merupakan tanggung jawab bersama.

Pengumandangan lagu kebangsaan tepat pukul 10.00 WIB menjadi bagian dari upaya membangun budaya nasionalisme di lingkungan kerja Bawaslu Kota Pekalongan.

menyanyi

Nasionalisme tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Kebiasaan sederhana, seperti menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh penghormatan, dapat menjadi sarana untuk menjaga semangat persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagi jajaran Bawaslu, nilai tersebut memiliki keterkaitan erat dengan tugas kelembagaan. Bawaslu tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilu, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kualitas demokrasi serta membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena itu, penanaman nilai kebangsaan juga penting dilakukan di lingkungan internal, termasuk kepada generasi muda yang sedang belajar dan memperoleh pengalaman melalui kegiatan magang maupun PKL.

Pelaksanaan kali ini juga terasa lebih menarik karena dilakukan di ruang terbuka. Jika sebelumnya pengumandangan lagu kebangsaan biasa dilakukan di ruang rapat, kali ini seluruh peserta berkumpul di taman Kantor Bawaslu Kota Pekalongan.

Taman yang biasanya menjadi ruang terbuka bagi pegawai untuk beraktivitas sejenak berubah menjadi ruang kebangsaan. Seluruh peserta berdiri bersama, menyanyikan lagu kebangsaan, dan mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian.

Suasana tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa nilai kebangsaan dapat tumbuh di mana saja. Tidak harus berada di dalam ruang resmi atau forum seremonial, tetapi dapat hadir dalam aktivitas sederhana sehari-hari.

Keikutsertaan mahasiswa magang dan siswa SMK yang sedang menjalani PKL juga memberikan warna tersendiri. Mereka menjadi bagian dari pengalaman langsung mengenai bagaimana nilai disiplin, kebersamaan, penghormatan terhadap simbol negara, dan nasionalisme diterapkan dalam lingkungan kerja.

Komitmen tersebut juga berlaku bagi siapa saja yang berada di lingkungan Kantor Bawaslu Kota Pekalongan ketika kegiatan berlangsung. Tamu yang sedang berkunjung pun tidak sekadar menjadi penonton, tetapi diajak untuk ikut menyanyikan lagu kebangsaan bersama.

Hal ini memperlihatkan bahwa semangat kebangsaan tidak mengenal sekat antara pimpinan, staf, mahasiswa, siswa PKL maupun masyarakat yang datang ke kantor. Semua berada dalam posisi yang sama sebagai bagian dari warga negara yang memiliki tanggung jawab menjaga persatuan dan kehidupan demokrasi.

Kegiatan yang berlangsung tepat pukul 10.00 WIB tersebut akhirnya bukan hanya menjadi rutinitas kantor, melainkan momentum untuk mengingat kembali makna kebangsaan di tengah aktivitas sehari-hari.

Bawaslu Kota Pekalongan ingin membangun suasana kerja yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kelembagaan, tetapi juga menumbuhkan karakter kebangsaan di antara seluruh insan yang berada di lingkungan kantor.

Dari taman terbuka di Jalan Pembangunan Nomor 5, suara lagu kebangsaan kembali menggema. Suara tersebut menjadi pengingat bahwa nasionalisme dapat dimulai dari hal sederhana: berdiri bersama, menyanyikan lagu kebangsaan, menghormati simbol negara, dan menjaga semangat persatuan.

Nasionalisme tidak cukup hanya diucapkan. Ia perlu dibiasakan, dinyanyikan, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Penulis : Msh habib

Foto     : Faizah