Panel I Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 Berlangsung Interaktif, Peserta Diajak Memahami hingga Mempraktikkan Pengawasan Pemilu
|
Kota Pekalongan, 24 Juni 2026 – Rangkaian Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan Bawaslu Kota Pekalongan memasuki Panel I dengan suasana belajar yang interaktif dan penuh antusiasme. Kegiatan yang diikuti oleh anggota Saka Adhyasta Pemilu Kota Pekalongan ini mengacu pada modul Pendidikan Pengawas Partisipatif yang terdiri atas enam materi, di mana tiga materi pertama disampaikan pada sesi Panel I.
Materi pertama disampaikan oleh Pin Saka Adhyasta Pemilu Kota Pekalongan, Kak Syaratun, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif sebagai salah satu pilar dalam menjaga kualitas demokrasi. Dalam penyampaiannya, Kak Syaratun mengajak peserta untuk memahami bahwa setiap warga negara, khususnya generasi muda, memiliki peran penting dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Sementara itu, Kak Eko Adi Purwanto menghadirkan suasana belajar yang lebih aplikatif melalui simulasi alur penanganan pelanggaran pemilu. Dalam simulasi tersebut, peserta diajak mempraktikkan tahapan penanganan dugaan pelanggaran mulai dari penerimaan informasi, identifikasi peristiwa, hingga proses penanganan sesuai mekanisme yang berlaku. Simulasi ini membuat peserta lebih mudah memahami bagaimana proses penanganan pelanggaran dilakukan oleh Bawaslu di lapangan.
Agar proses pembelajaran semakin komprehensif, Kak Syaratun turut memberikan koreksi dan masukan terhadap jalannya simulasi. Koreksi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi peserta untuk memahami prosedur yang benar serta menghindari kekeliruan dalam mengenali maupun menangani dugaan pelanggaran pemilu. Interaksi antara pemateri dan peserta pun berlangsung dinamis, sehingga materi yang disampaikan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman praktik.
Suasana kelas berlangsung aktif sepanjang sesi. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi, mengajukan pertanyaan, serta terlibat dalam simulasi dan diskusi. Metode pembelajaran yang memadukan penyampaian materi, diskusi, dan praktik lapangan ini menjadi salah satu daya tarik Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026.
Melalui Panel I ini, Bawaslu Kota Pekalongan berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengawasan pemilu, tetapi juga memiliki kepekaan, kepedulian, dan keberanian untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi. Bekal tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi para anggota Saka Adhyasta Pemilu untuk menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Penulis : msh habib