Bawaslu Kota Pekalongan, Pertemuan Ke-enam Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026
|
Rabu (11/02/2026), Bawaslu Kota Pekalongan kembali menggelar Pertemuan Ke-enam Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di kantor Bawaslu Kota Pekalongan. Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini mengangkat tema “Materi Teknis Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas”, dan diikuti oleh siswa PKL serta mahasiswa PPL yang sedang menjalani program di Bawaslu Kota Pekalongan.
Acara dibuka dengan hangat yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pengawasan pemilu. “Pengawasan bukan hanya tugas pengawas resmi, tapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara. Dengan penguatan jaringan dan pemberdayaan komunitas, pengawasan bisa lebih efektif dan partisipatif,” ujar Sabar Narimo, S.H., Staf Data dan Informasi Bawaslu Kota Pekalongan, yang menjadi pemateri utama pada pertemuan ini.
Dalam materinya, Sabar Narimo menjelaskan secara rinci tentang teknis penguatan jaringan, termasuk cara membangun komunikasi yang solid antaranggota komunitas pengawas, memanfaatkan teknologi untuk koordinasi, serta strategi menjaga keberlanjutan jaringan tersebut. Selain itu, ia juga menekankan langkah-langkah praktis untuk memberdayakan komunitas, mulai dari kegiatan edukasi masyarakat hingga pengorganisasian program partisipatif yang mendorong warga aktif terlibat dalam pengawasan.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, beberapa dari mereka mengaku mendapat wawasan baru tentang bagaimana merawat komunitas agar tetap aktif dan produktif. “Saya baru memahami bahwa membangun jaringan pengawas bukan sekadar mengumpulkan orang, tapi juga soal bagaimana memotivasi dan menjaga semangat komunitas agar terus berkontribusi,” ungkap salah satu mahasiswa PPL peserta acara.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Pekalongan berharap generasi muda dapat menjadi agen pengawas yang tangguh, kreatif, dan berdaya di tengah masyarakat. Langkah ini dianggap strategis untuk memperkuat integritas pemilu, memastikan transparansi, dan membangun budaya partisipatif dalam demokrasi lokal.
Dengan berakhirnya pertemuan ke-enam P2P ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menerapkan langkah-langkah teknis penguatan jaringan dan pemberdayaan komunitas di lapangan, menjadikan pengawasan pemilu lebih inklusif dan menyeluruh.
Penulis : Habib
Foto : Faizah