Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Kota Pekalongan Pimpin Apel Pagi, Tekankan Filosofi “Ikan Hiu Harus Terus Bergerak”

apel

Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Miftahuddin, S.Pd, Pimpin apel pagi

Kota Pekalongan, Senin (5/1/2026), Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Miftahuddin, S.Pd, memimpin apel pagi yang diikuti oleh jajaran anggota dan staf sekretariat Bawaslu Kota Pekalongan. Apel pagi tersebut menjadi momentum awal tahun untuk memperkuat semangat kerja, kedisiplinan, serta komitmen kelembagaan.

Dalam arahannya, Miftahuddin menyampaikan filosofi yang menarik dengan mengibaratkan semangat kerja Bawaslu seperti ikan hiu yang harus terus bergerak. Ia menjelaskan bahwa secara biologis, sebagian besar spesies hiu bernapas melalui mekanisme ram ventilation, yaitu proses pernapasan yang mengharuskan air kaya oksigen terus mengalir melalui insang saat hiu berenang. Apabila hiu berhenti bergerak, aliran oksigen terhenti dan dapat menyebabkan kematian.

“Memang ada beberapa spesies seperti hiu perawat yang mampu bernapas dengan memompa air menggunakan otot mulut dan dapat beristirahat. Namun secara umum, filosofi hiu mengajarkan kita bahwa hidup dan bertahan membutuhkan gerak,” ungkap Miftahuddin.

 

Apel
Bawaslu Kota Pekalongan, meskipun berada dalam masa non-tahapan, harus tetap bergerak, aktif, dan adaptif

Filosofi tersebut kemudian dikaitkan dengan realitas kehidupan masyarakat perkotaan. Menurutnya, masyarakat perkotaan cenderung memenuhi kebutuhan hidup dengan cara membeli, berbeda dengan masyarakat pedesaan yang relatif masih bisa menanam sayur-mayur, beternak, dan mengelola sumber daya sendiri. Kondisi ini menuntut masyarakat perkotaan untuk terus aktif dan produktif agar roda kehidupan tetap berjalan.

Lebih lanjut, Miftahuddin menegaskan bahwa filosofi tersebut juga relevan dalam konteks kelembagaan. Ia menekankan bahwa Bawaslu Kota Pekalongan, meskipun berada dalam masa non-tahapan, harus tetap bergerak, aktif, dan adaptif dalam menjaga integritas, kapasitas, serta kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.

“Non-tahapan bukan berarti berhenti. Justru di masa inilah kita memperkuat konsolidasi internal, peningkatan kapasitas, serta menjaga marwah kelembagaan agar selalu siap menghadapi tahapan pemilu berikutnya,” tegasnya.

Apel pagi tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh jajaran Bawaslu Kota Pekalongan untuk menjadikan awal tahun 2026 sebagai momentum meningkatkan kinerja, soliditas, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas pengawasan demokrasi.

Penulis : habib

Foto     : faizah