Luarbiasa !! Bawaslu Kota Pekalongan Raih Penghargaan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terbaik Se-Indonesia
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pekalongan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Bawaslu Kota Pekalongan berhasil meraih Penghargaan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terbaik dalam kategori Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Anggota Bawaslu Kota Pekalongan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, Nasron, S.E.Sy, dalam sebuah kegiatan nasional yang diselenggarakan di salah satu hotel ternama di Jakarta.
Pada saat pembacaan nominasi, sejumlah daerah yang masuk dalam Kategori Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terbaik Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia antara lain:
Kabupaten Purbalingga, Kota Makassar, Kota Mataram, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Jepara, Kabupaten Kebumen, Kota Pekalongan, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Lombok Barat.
Dari seluruh nominator tersebut, Bawaslu Kota Pekalongan berhasil meraih Juara 1, berkat konsistensi dan masifnya pelaksanaan kegiatan peningkatan partisipasi masyarakat yang melibatkan berbagai elemen strategis masyarakat secara luas, berjenjang, dan berkelanjutan.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari banyaknya program pengawasan partisipatif yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, antara lain:
Civitas Akademika, meliputi Universitas Pekalongan, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Institut Widya Pratama (IWIMA) Kota Pekalongan, Fakultas Syariah UIN Gusdur Pekalongan, serta Fakultas Hukum Universitas Pekalongan.
Stakeholder dan Pemerintah Daerah, seperti KPU Kota Pekalongan, Polres Pekalongan Kota, Kodim 0710, Kejaksaan Negeri Pekalongan, Kementerian Agama Kota Pekalongan, Dindukcapil Kota Pekalongan, BKPSDM Kota Pekalongan, dan Kesbangpol Kota Pekalongan, termasuk Sentra Gakkumdu Kota Pekalongan.
Komunitas dan Relawan, antara lain Relawan Siber Kota Pekalongan, gerakan Netralitas ASN, serta berbagai Kampung Pengawasan dan Kampung Anti Politik Uang (APU) yang tersebar di Kelurahan Jenggot, Slamaran, Setono, Kertoharjo, Bandengan, Benteh, Sokoduwet, Sapuro Kebulen, Bendan Kergon, Klego, Medono, Panjang Wetan, Krapyak, Gamer, dan wilayah lainnya.
Pelajar, Santri, dan Pemilih Pemula, seperti siswa SMA Negeri 1, 2, 3, dan 4 Pekalongan, SMK Syafi’i Akrom, SMP IT Assalaam Boarding School, santri Pondok Pesantren Ribatul Muta’alimin, serta perwakilan pemilih pemula di Kota Pekalongan.
Organisasi Kemasyarakatan, Kepemudaan, dan Keagamaan, di antaranya Warga Nahdliyin Kota Pekalongan, Muhammadiyah Kota Pekalongan, PC Fatayat NU Kota Pekalongan, PCNU Kota Pekalongan, Karang Taruna, Perisai Demokrasi Bangsa, Sahabat DIFA, serta komunitas warga tingkat RT/RW.
Organisasi Mahasiswa dan Kepemiluan, meliputi GMNI Pekalongan Raya, HMI Pekalongan, IMM Kota Pekalongan, PMII Kota Pekalongan, P2P Kota Pekalongan, Kader SKPP, Saka Adhyasta Pemilu, serta peserta Raimuna Daerah XIII Kwarda Jawa Tengah.
Selain itu, Bawaslu Kota Pekalongan juga aktif melibatkan insan pers melalui Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekalongan, serta menggelar forum-forum strategis seperti FGD Kajian Teknis Tahapan Pencalonan Anggota Legislatif, penguatan Perempuan di Parlemen, hingga dialog bersama Anggota DPRD Kota Pekalongan.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Bawaslu Kota Pekalongan dalam membangun budaya demokrasi yang partisipatif, inklusif, dan berintegritas melalui pengawasan pemilu berbasis masyarakat.
Ke depan, Bawaslu Kota Pekalongan menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan pemilu yang jujur, adil, berintegritas, serta berdaulat.
Penulis : Msh.Habib
Foto : Humas Bawaslu RI