Lompat ke isi utama

Berita

Tiga Srikandi Bawaslu Kota Pekalongan Kibarkan Merah Putih, Teguhkan Semangat Pengabdian untuk Negeri

upacara

Khoirunnisa Mufida sebagai pembawa Bendera Merah Putih, didampingi Sulami Luberty di sisi kanan dan Putri Utami di sisi kiri

Kota Pekalongan, Senin, 17 Agustus 2026 – Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di lingkungan Bawaslu Kota Pekalongan berlangsung penuh khidmat. Salah satu momen yang menjadi pusat perhatian adalah saat tiga Srikandi Bawaslu Kota Pekalongan menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih dengan penuh ketegasan, ketelitian, dan kehormatan.

Tiga Srikandi tersebut adalah Khoirunnisa Mufida sebagai pembawa Bendera Merah Putih, didampingi Sulami Luberty di sisi kanan dan Putri Utami di sisi kiri. Dengan langkah tegap dan serempak, ketiganya bergerak maju menuju tiang bendera. Setiap langkah menunjukkan kesiapan dan kedisiplinan, sekaligus menggambarkan semangat perempuan dalam menjalankan tugas pengabdian bagi bangsa dan negara.

upacara

Sesampainya di tiang bendera, ketiganya melaksanakan tugas dengan gerakan yang sigap, terukur, dan penuh kehormatan. Satu demi satu tali bendera diikat dengan cermat. Tidak ada gerakan yang sia-sia. Setiap tahapan dilakukan secara tertib hingga Bendera Merah Putih siap untuk dikibarkan.

Ketika lipatan terakhir disibakkan dan Sang Merah Putih mulai membentang, terdengar suara tegas salah satu Srikandi:

“Bendera siap!”

Komandan Upacara, Sabar Narimo, S.H., kemudian memberikan aba-aba:

“Kepada Sang Merah Putih, hormat... grak!”

Seketika seluruh peserta upacara memberikan penghormatan. Alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya menggema, mengiringi Merah Putih yang perlahan bergerak naik menuju puncak tiang bendera.

Pimpinan Bawaslu Kota Pekalongan beserta seluruh jajaran yang hadir memberikan penghormatan dengan penuh kekhidmatan. Suasana tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi pengingat tentang harga kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan.

Pengibaran Merah Putih oleh tiga Srikandi Bawaslu Kota Pekalongan juga menjadi simbol bahwa pengabdian kepada bangsa tidak mengenal batas peran maupun gender. Setiap insan memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kemerdekaan dan mengisinya melalui kerja nyata.

Bagi Bawaslu, semangat kemerdekaan memiliki makna yang sangat erat dengan tugas menjaga demokrasi. Mengawal pemilu yang jujur dan adil berarti turut menjaga kedaulatan rakyat. Setiap pengawasan, pencegahan, penindakan, dan upaya penegakan keadilan pemilu merupakan bagian dari pengabdian untuk memastikan hak politik masyarakat terlindungi.

Momentum peringatan kemerdekaan ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk terus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Semangat perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui kerja yang berintegritas, keberanian menjaga kebenaran, serta komitmen untuk berdiri bersama rakyat dalam mengawal demokrasi.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.

 

penulis : Msh Habib

foto      : Berryl Syah Raya