Bawaslu Goes to School di SMA Negeri 1 Pekalongan, Ajak Generasi Muda Cerdas Memilih dan Aktif Mengawasi Pemilu
|
PEKALONGAN – Bawaslu Kota Pekalongan melaksanakan kegiatan Bawaslu Goes to School di SMA Negeri 1 Pekalongan, Kamis (22/10/2026). Mengusung tema “Generasi Muda Cerdas Memilih, Aktif Mengawasi”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar tentang demokrasi, Pemilu, dan pentingnya pengawasan partisipatif.
Kegiatan diikuti 32 murid kelas XII.3 dengan didampingi guru Pendidikan Pancasila (PPKn), Wardono. Tim Bawaslu Kota Pekalongan terdiri atas Nasron selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, bersama Abdul Qori Arif, M. Guntur Bayu Aji, Singgih Widianto, dan Putri Utami.
Nasron membuka kegiatan dengan menyampaikan materi tentang demokrasi dan sistem Pemilu di Indonesia. Selanjutnya, Abdul Qori Arif menjelaskan penyelenggara Pemilu, potensi kerawanan, persyaratan pemilih, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
Antusiasme murid terlihat dalam sesi diskusi. M. Anang Prasetya mempertanyakan mengapa politik uang tidak dilegalkan, mengingat praktik tersebut telah lama terjadi dan kerap dianggap biasa di masyarakat.
Menanggapi pertanyaan itu, M. Guntur Bayu Aji menjelaskan bahwa politik uang dapat merusak integritas demokrasi dan mendorong penyalahgunaan kekuasaan. Ia menegaskan bahwa politik uang dilarang dalam peraturan perundang-undangan kepemiluan. Para murid pun diajak membangun kesadaran untuk menolak pemberian yang bertujuan memengaruhi pilihan politik.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan data pemilih melalui layanan Cek DPT Online KPU yang dipandu Putri Utami. Dari hasil pengecekan, ditemukan beberapa murid yang telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih, tetapi belum terdaftar dalam daftar pemilih. Mereka diarahkan menyampaikan laporan melalui Posko Aduan Bawaslu Kota Pekalongan di https://s.id/PDPBKotaPKL.
Untuk mengukur pemahaman peserta, Singgih Widianto memandu kuis interaktif menggunakan Kahoot. Fauzan Angga Nailul Ullum meraih peringkat pertama, disusul Ayra Sabian Z. di posisi kedua dan Azaria Salsabila di posisi ketiga.
Kegiatan di SMA Negeri 1 Pekalongan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian program Bawaslu Goes to School Bawaslu Kota Pekalongan sepanjang 2026.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Pekalongan berharap pelajar mampu menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, berintegritas, berani menolak politik uang, serta peduli terhadap pengawasan Pemilu. Pendidikan demokrasi di sekolah diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun generasi muda yang aktif menjaga kualitas demokrasi.
Penulis : Abdul Qori Arif
Editor : Msh.Habib