Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Goes to School Kembali Hadir di SMA Negeri 1 Kota Pekalongan, Ajak Siswa Kelas XII Kartini 2 Kenali Sistem Pemilu dan Pengawasan Partisipatif

gts

Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Miftahuddin, S.Pd bersama siswa kelas XII Kartini 2 SMA Negeri 1 Kota Pekalongan 

Pekalongan, Kamis (1/10/2026) — Komitmen Bawaslu Kota Pekalongan dalam menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini terus diwujudkan melalui program Bawaslu Goes to School. Kali ini, kegiatan edukasi kepemiluan menyambangi SMA Negeri 1 Kota Pekalongan yang beralamat di Jalan Kartini, dengan menyasar siswa kelas XII Kartini 2.

Rombongan Bawaslu Kota Pekalongan disambut hangat oleh guru kelas, H. Wardono, S.Pd. Kehadiran tim disambut dengan suasana akrab dan penuh antusiasme. Tanpa berlama-lama, tim langsung mengajak para siswa memasuki ruang pembelajaran demokrasi yang dikemas secara komunikatif, interaktif, dan menyenangkan.

Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Miftahuddin, S.Pd., hadir sebagai pemateri utama. Ia mengajak para siswa mengenal lebih dekat sistem Pemilu di Indonesia, memahami peran dan tugas lembaga penyelenggara Pemilu, serta menggali berbagai peluang keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif.

gts

Dalam pemaparannya, Miftahuddin menekankan bahwa demokrasi bukan sekadar proses memilih pemimpin melalui bilik suara. Lebih dari itu, demokrasi membutuhkan keterlibatan masyarakat yang sadar akan hak dan tanggung jawabnya. Para pelajar sebagai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga integritas Pemilu, baik melalui sikap kritis, kepedulian terhadap informasi, maupun keberanian untuk turut mengawasi jalannya proses demokrasi.

Suasana pembelajaran semakin hidup ketika siswa diajak mempraktikkan pengecekan data pemilih melalui laman Cek DPT Online menggunakan peramban internet. Praktik ini menjadi salah satu bagian penting dalam mengenalkan proses administrasi kepemiluan sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya memastikan hak pilih.

Para siswa yang telah berusia 17 tahun atau lebih dan memiliki KTP diajak memeriksa apakah namanya telah tercatat sebagai pemilih oleh KPU. Apabila ditemukan data yang belum terdaftar, informasi tersebut dapat menjadi bahan uji petik Bawaslu Kota Pekalongan untuk ditindaklanjuti melalui penyampaian saran perbaikan atau usulan kepada KPU Kota Pekalongan sesuai mekanisme yang berlaku, dalam rangka mendukung Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus memberikan pemahaman bahwa pengawasan Pemilu tidak hanya berlangsung pada saat tahapan pemungutan suara. Pengawasan juga menyentuh aspek akurasi data pemilih yang menjadi fondasi penting dalam menjamin hak konstitusional warga negara.

Dalam pelaksanaannya, MSH.Habib menjadi anggota tim yang bertugas membuka sesi materi dan mengantarkan siswa memasuki pembahasan kepemiluan. Sementara itu, Yulianto Eka Laksana bertindak sebagai pendamping pembelajaran yang membantu menjaga interaksi dan dinamika kelas agar tetap aktif.

Sebagai penutup, M. Guntur Bayu Aji, S.H., memandu evaluasi pembelajaran melalui kuis interaktif menggunakan aplikasi Kahoot. Sebanyak 16 pertanyaan disiapkan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Metode ini menghadirkan suasana kompetitif yang sehat sekaligus menjadikan proses evaluasi terasa lebih menarik.

Tiga siswa dengan nilai tertinggi mendapatkan apresiasi langsung dari Ketua Bawaslu Kota Pekalongan berupa buku kepemiluan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk dorongan agar para siswa semakin tertarik mempelajari demokrasi dan memahami peran mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui Bawaslu Goes to School, Bawaslu Kota Pekalongan berupaya membangun jembatan pengetahuan antara lembaga pengawas Pemilu dan lingkungan pendidikan. Sekolah menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai demokrasi, menumbuhkan sikap kritis, serta membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami hak pilih, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kualitas penyelenggaraan Pemilu.

Dari ruang kelas XII Kartini 2, pesan demokrasi itu kembali ditegaskan: menjadi pemilih yang cerdas adalah langkah awal, sedangkan menjadi warga negara yang peduli dan berani mengawasi merupakan bagian dari upaya bersama untuk merawat demokrasi yang berintegritas.

 

Penulis : Msh.Habib