Matangkan Persiapan Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Wujudkan Pemilu 2029 Bermartabat
|
Pekalongan, 17 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengawasan pemilu, Bawaslu Kota Pekalongan menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang akan mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 Bermartabat”. Rapat yang diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat dan pimpinan Bawaslu Kota Pekalongan tersebut dilaksanakan sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik, efektif, dan memberikan dampak positif bagi para peserta.
Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif direncanakan akan diselenggarakan pada Kamis, 24 Juni 2026 bertempat di Aula PKK Kota Pekalongan. Program ini menjadi salah satu upaya strategis Bawaslu dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu yang partisipatif, sekaligus menyiapkan generasi muda agar memiliki pemahaman yang baik mengenai demokrasi, kepemiluan, dan peran masyarakat dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu.
Rapat koordinasi dibuka oleh Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Miftahuddin. Dalam arahannya, Miftahuddin menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran Bawaslu Kota Pekalongan. Oleh karena itu, ia meminta setiap personel untuk memberikan perhatian penuh terhadap persiapan kegiatan serta menjalankan tugas yang telah diberikan secara maksimal.
Menurutnya, Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas. Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu berupaya menanamkan nilai-nilai pengawasan sejak dini kepada generasi muda agar mereka mampu menjadi agen perubahan dan pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing.
“Seluruh jajaran harus fokus dan mengambil bagian sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Kesuksesan kegiatan ini akan menjadi cerminan komitmen kita dalam membangun pengawasan partisipatif yang kuat menuju Pemilu 2029 yang bermartabat,” pesannya.
Setelah pembukaan, rapat dilanjutkan dan dipimpin oleh Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH), Nasron. Dalam pemaparannya, Nasron menyampaikan bahwa animo untuk mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang telah memenuhi kuota peserta yang ditetapkan, yakni sebanyak 40 orang.
Ia menjelaskan bahwa peserta P2P tahun ini berasal dari unsur anggota Pramuka yang mewakili berbagai pangkalan di Kota Pekalongan. Pemilihan peserta dari kalangan Pramuka dilakukan karena organisasi tersebut memiliki karakter yang selaras dengan semangat pengawasan partisipatif, seperti kedisiplinan, kepedulian sosial, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Nasron menekankan pentingnya penyusunan konsep kegiatan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta yang sebagian besar merupakan pemilih pemula. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang terlalu formal akan kurang efektif bagi kelompok usia muda. Oleh sebab itu, materi dan metode penyampaian perlu dikemas secara kreatif, interaktif, dan menyenangkan tanpa mengurangi substansi pendidikan kepemiluan yang ingin disampaikan.
“Kita harus mempersiapkan konsep kegiatan ini secara matang. Peserta yang akan hadir merupakan generasi muda dan sebagian besar merupakan pemilih pemula. Oleh karena itu, materi harus dikemas lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami sehingga tujuan kegiatan dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai aspek teknis pelaksanaan, mulai dari penyusunan materi, pembagian tugas panitia, mekanisme registrasi peserta, perlengkapan kegiatan, hingga strategi membangun suasana belajar yang aktif dan partisipatif. Bawaslu Kota Pekalongan berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis mengenai kepemiluan, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat keterlibatan aktif peserta dalam mengawal proses demokrasi di masa mendatang.
Nasron juga meminta tim fasilitator yang dipimpin oleh Vergy Hardian Permana selaku Penanggung Jawab Kegiatan (PIC) untuk menyiapkan berbagai metode pembelajaran yang inovatif. Selain penyampaian materi, fasilitator diharapkan menghadirkan sesi ice breaking, permainan edukatif, diskusi kelompok, dan aktivitas interaktif lainnya agar peserta dapat mengikuti kegiatan dengan antusias.
Menurutnya, suasana yang menyenangkan akan membantu peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan sekaligus membangun kedekatan antara peserta dan fasilitator. Dengan demikian, pesan-pesan pengawasan partisipatif dapat diterima secara lebih efektif dan membekas dalam diri peserta.
Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Kota Pekalongan berharap dapat mencetak kader-kader pengawas partisipatif dari kalangan generasi muda yang memiliki kesadaran demokrasi, integritas, dan kepedulian terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu. Para peserta diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi penyebar nilai-nilai demokrasi dan pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah, organisasi, maupun masyarakat luas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kota Pekalongan dalam memperluas basis pengawasan partisipatif sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis : Msh.habib
Foto : Faiza