Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Peran Mahasiswa melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu Kota Pekalongan Goes to Campus UNIKAL

GTC

Syaratun, S.Pd saat Materi di ruang kelas Universitas Pekalongan

Pekalongan, Kamis 11 Juni 2026 – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pekalongan bersama Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM) Fakultas Hukum Universitas Pekalongan (UNIKAL) menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Gedung C Lantai 1 Universitas Pekalongan, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam memperluas partisipasi masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, dalam mengawal dan memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.

Sebanyak sekitar 40 mahasiswa dari Universitas Pekalongan (UNIKAL) dan Institut Widya Pratama (IWIMA) Pekalongan mengikuti kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan III Fakultas Hukum UNIKAL, Loso, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kota Pekalongan yang terus berkomitmen memberikan pendidikan demokrasi kepada generasi muda, khususnya mahasiswa.

Menurut Loso, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena tidak hanya berperan sebagai insan akademis, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial (agent of social change) dan agen kontrol sosial (agent of social control). Oleh karena itu, pembekalan mengenai pengawasan kepemiluan dinilai sangat penting agar mahasiswa mampu berkontribusi secara nyata dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Mahasiswa perlu dibekali dengan pendidikan seperti ini karena mereka merupakan agen perubahan sosial sekaligus agen kontrol sosial yang memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal jalannya demokrasi. Dengan pemahaman yang baik tentang pengawasan partisipatif, mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalam mendorong terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas,” ujarnya usai membuka kegiatan.

Sementara itu, Bawaslu Kota Pekalongan menghadirkan enam pemateri yang berasal dari unsur pimpinan dan jajaran pengawas pemilu. Para narasumber memberikan materi secara komprehensif mengenai berbagai aspek pengawasan kepemiluan, mulai dari penanganan pelanggaran pemilu, penyelesaian sengketa proses pemilu, strategi pencegahan pelanggaran, teknik penguatan jaringan pengawasan, pemberdayaan komunitas, hingga strategi pengawasan digital di era perkembangan teknologi informasi.

Materi pengawasan digital menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian peserta. Hal ini mengingat semakin besarnya pengaruh media sosial dan platform digital dalam proses politik, termasuk potensi penyebaran informasi yang menyesatkan, kampanye di luar ketentuan, maupun berbagai bentuk pelanggaran lainnya yang memerlukan pengawasan dari masyarakat.

Melalui metode diskusi interaktif, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak memahami berbagai studi kasus yang sering muncul dalam penyelenggaraan pemilu. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi potensi pelanggaran serta memahami mekanisme pelaporan dan pengawasan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif ini merupakan bagian dari strategi Bawaslu untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mahasiswa sebagai kelompok intelektual dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi pelopor dalam menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi, integritas, dan pengawasan partisipatif di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Sebelum sesi penutup Pimpinan Bawaslu Kota Pekalongan Syaratun,S.Pd menyampaikan agar moment berharga ini tidak berhenti cukup berhenti disini, akan ada pertemuan- pertemuan berikutnya, yang terdekat Adalah “Kelas Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu”, yang merupakan bentuk program yang lebih spesifik dari Bawaslu Kota Pekalongan untuk mahasiswa.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bawaslu Kota Pekalongan berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi dan siap mengambil peran aktif dalam mengawal setiap tahapan pemilu. Kehadiran mahasiswa sebagai pengawas partisipatif diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mewujudkan pemilu yang transparan, akuntabel, dan berintegritas demi terjaganya kualitas demokrasi di Indonesia.

Penulis : Msh Habib

Foto     : Sulami Luberty