Lompat ke isi utama

Berita

Menyambut Bulan Kemerdekaan, Bawaslu Kota Pekalongan Teguhkan Nilai Loyal sebagai Wujud Pengabdian kepada Bangsa

apel

 Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Miftahuddin, S.Pd,  berikan arahan

Pekalongan, 3 Agustus 2026 – Memasuki bulan Agustus yang identik dengan semangat kemerdekaan, Bawaslu Kota Pekalongan menggelar apel pagi perdana di bulan Agustus 2026 yang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Miftahuddin, S.Pd. Apel tersebut diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu Kota Pekalongan, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga tenaga pendukung.

Dalam arahannya, Miftahuddin mengajak seluruh peserta apel menjadikan bulan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat semangat nasionalisme dan pengabdian kepada bangsa melalui implementasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, khususnya Loyal. Menurutnya, makna kemerdekaan tidak hanya dikenang melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan etos kerja yang berintegritas, profesional, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Apel
"Memasuki bulan kemerdekaan, saya mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kota Pekalongan untuk terus menanamkan nilai Loyal dalam setiap pelaksanaan tugas. Loyal berarti berbakti kepada bangsa dan negara, memegang teguh Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjaga nama baik lembaga dalam setiap tindakan dan keputusan," ujar Miftahuddin.

 

Ia menegaskan bahwa sebagai lembaga penyelenggara pengawas pemilu, Bawaslu memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan yang independen, profesional, dan berintegritas. Oleh karena itu, setiap pegawai harus mampu menjaga kepercayaan publik dengan menempatkan kepentingan masyarakat, demokrasi, dan konstitusi di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Nilai Loyal dalam Core Values ASN BerAKHLAK mengandung makna berbakti kepada bangsa dan negara, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjaga nama baik instansi dan kerahasiaan jabatan. Nilai tersebut menjadi pedoman moral bagi seluruh insan Bawaslu dalam menjalankan amanah pengawasan pemilu.

Pada kesempatan tersebut, Miftahuddin juga mengingatkan seluruh jajaran untuk semakin bijaksana dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, perkembangan arus informasi yang begitu cepat tidak boleh membuat ASN maupun tenaga pendukung mudah terbawa arus opini yang berkembang di ruang digital.

"Saat ini media sosial dipenuhi berbagai opini dan perdebatan. Saya mengingatkan seluruh jajaran agar tidak mudah terseret dalam situasi tersebut. Kita bekerja di lingkungan pemerintahan, sehingga setiap ucapan, komentar, maupun unggahan di media sosial harus mencerminkan sikap profesional, bijaksana, dan bertanggung jawab. Jangan asal berkomentar, apalagi ikut-ikutan menyebarkan atau memperkeruh informasi yang belum tentu benar. Saring sebelum sharing, pahami sebelum berkomentar, dan selalu jaga marwah lembaga," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa loyalitas kepada bangsa dan negara tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga melalui etika dalam bermedia sosial. Setiap pegawai harus mampu menjadi teladan dalam menjaga ruang digital yang sehat, menghormati perbedaan pendapat, mengedepankan fakta, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan citra lembaga maupun menurunkan kepercayaan publik.

Menurutnya, identitas sebagai ASN maupun bagian dari Bawaslu melekat tidak hanya saat berada di kantor, tetapi juga ketika berinteraksi di ruang digital. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam menyampaikan pendapat, menjaga netralitas, menaati ketentuan peraturan perundang-undangan, serta menjaga nama baik lembaga merupakan implementasi nyata dari nilai Loyal dalam kehidupan sehari-hari.

Apel

Bagi Bawaslu Kota Pekalongan, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pemasangan atribut merah putih maupun pelaksanaan upacara, tetapi juga melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan integritas kelembagaan, dan komitmen menjalankan tugas pengawasan secara objektif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menjaga independensi, menolak segala bentuk intervensi, serta merahasiakan informasi yang bersifat strategis merupakan bentuk nyata implementasi nilai Loyal dalam pelaksanaan tugas.

Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa harus terus dijaga melalui penguatan demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas. Sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus mengawal setiap proses demokrasi agar berlangsung secara independen, profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Melalui semangat kemerdekaan yang terus menyala, Bawaslu Kota Pekalongan mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan nilai Loyal sebagai budaya kerja sekaligus semangat pengabdian. Dengan loyalitas kepada bangsa, negara, konstitusi, dan lembaga, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu semakin kuat serta menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan demokrasi Indonesia yang berkualitas, bermartabat, dan berintegritas.

 

Penulis : Msh Habib

Foto      : Faizah