Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Pekalongan Hadirkan Ruang Belajar Demokrasi Lewat “Bawaslu Membelajarkan” Volume 2

bws

Youtube bawaslu Kota pekalongan

PEKALONGAN — Demokrasi tidak tumbuh hanya dari bilik suara. Ia membutuhkan warga yang memahami prosesnya, mampu membaca persoalan secara kritis, dan bersedia mengambil bagian dalam mengawalnya.

Semangat itulah yang kembali dihadirkan Bawaslu Kota Pekalongan melalui tayangan “Bawaslu Membelajarkan” Volume 2 yang kini telah dipublikasikan melalui kanal YouTube Bawaslu Kota Pekalongan.

Program ini menjadi salah satu ikhtiar Bawaslu Kota Pekalongan untuk memperluas ruang pendidikan demokrasi sekaligus mendekatkan pengetahuan kepemiluan kepada masyarakat melalui medium digital yang lebih mudah diakses.

Tidak sekadar menyampaikan informasi, Bawaslu Membelajarkan dirancang sebagai ruang untuk mengajak masyarakat memahami demokrasi secara lebih utuh. Pengetahuan tentang kepemiluan perlu ditempatkan bukan hanya sebagai materi yang dihafalkan, melainkan sebagai bekal untuk membaca realitas, menguji informasi, dan menentukan sikap secara bertanggung jawab.

Demokrasi Membutuhkan Warga yang Mau Belajar

Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan masyarakat untuk memilah informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Informasi yang keliru, narasi yang menyesatkan, hingga rendahnya pemahaman terhadap proses kepemiluan dapat memengaruhi cara masyarakat mengambil keputusan.

Karena itu, pendidikan demokrasi menjadi pekerjaan yang tidak pernah selesai.

Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume 2, Bawaslu Kota Pekalongan mencoba mengambil bagian dalam proses tersebut. Pengetahuan kepemiluan dikemas dalam bentuk audiovisual agar dapat menjangkau publik secara lebih luas, terutama generasi muda yang semakin dekat dengan ruang digital.

Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukan semata-mata urusan lembaga penyelenggara. Masyarakat memiliki posisi penting sebagai bagian dari ekosistem pengawasan.

Semakin banyak warga memahami hak, kewajiban, aturan, serta mekanisme dalam pemilu, semakin besar pula peluang lahirnya partisipasi publik yang berkualitas.

Belajar, Berpikir, dan Terlibat

Pesan yang diusung dalam tayangan ini terangkum dalam kalimat:

“Learn More. Think Deeper. Be Part of Democracy.”

Belajar lebih banyak. Berpikir lebih mendalam. Menjadi bagian dari demokrasi.

Tiga pesan tersebut menjadi relevan di tengah kebutuhan untuk membangun masyarakat yang tidak mudah menerima informasi begitu saja. Demokrasi membutuhkan warga yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu menjadi bagian dari proses pengawasan dan penjagaan integritas pemilu.

Bagi Bawaslu Kota Pekalongan, ruang belajar demokrasi juga merupakan bagian dari upaya membangun pengawasan partisipatif. Masyarakat yang memiliki pengetahuan akan lebih mampu mengenali persoalan kepemiluan, memahami prosedur pelaporan, serta mengambil peran ketika menemukan dugaan pelanggaran.

Dengan demikian, pendidikan demokrasi tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan. Tujuan akhirnya adalah lahirnya kesadaran dan keberanian untuk berpartisipasi.

Penulis : Msh Habib